Trading4living: January 2022

Thursday, January 20, 2022

Kisah Sukses Dari Nol Trader Forex

Kisah Sukses Dari Nol Trader Forex


"Penghasilan, Kebebasan dan Keasikan = Trading for living"


Tito Hayunanda telah 2,5 tahun terakhir ini melakukan trading for living. Pendiri dan CEO Traders Family – perusahaan konsultan bagi para calon investor bursa berjangka – ini memang memulai kariernya sebagai tenaga pemasaran di sebuah perusahaan pialang berjangka yang berbasis di Hong Kong.

Ia mengaku tak menyukai bekerja kantoran. “Saya ini dulu gamer addict banget. Gamer itu selalu ingin mengalahkan game yang dimainkannya. Jadi trading ini seperti game yang harus dimenangi,” ujarnya.

Kisah Sukses Dari Nol - Tito Hayunanda

Jika dihitung-hitung, kisah sukses dari nol Tito dimulai sejak 3 November 2011 saat pertama kali trading dengan dana sekitar US$ 10 ribu, hingga Tito telah berhasil membukukan return rata-rata 18% per bulan.

Namun tak hanya untung, rugi banyak pun pernah dialaminya. Uang senilai Rp 50 juta yang berhasil ia lipat gandakan hingga menjadi Rp 170 juta dalam waktu seminggu ludes hanya dalam satu jam. “Setelah itu saya nggak keluar kamar dua minggu,” katanya mengenang sambil tertawa.

“Kalau rugi ya kita harus berani cut loss. Jangan sampai selalu berharap pasar berbalik arah, tidak cut loss dan akhirnya malah rugi banyak. Dulu kan saya tidak cut loss, kalau rugi saya inject dana lagi,” ia menjelaskan soal kedisiplinan selama bertrading.

Melihat ini, bisa kita petik pelajaran: Banyak orang yang kapok trading forex, indeks dan komoditas karena pergerakan harga yang gila-gilaan. Akan tetapi, bagi beberapa orang, seperti Tito misalnya, trading semacam ini merupakan keasyikan tersendiri. Sebab, dapat dilakukan dari mana saja, tidak membutuhkan jam kantor yang pasti, dan yang pasti dapat menghasilkan uang selama tahu strategi yang tepat untuk meraup untung.

Hal yang harus diperhatikan

Ada beberapa hal yang patut diperhatikan oleh calon investor atau trader dalam melakukan trading forex, indeks dan komoditas. Tentunya, seorang calon investor harus mengerti cara trading, mempelajari pergerakan pasar secara fundamental dan mempelajari berbagai alat analisis teknisnya.

Selain itu, calon investor pun perlu memilih perusahaan pialang berjangka yang tepat. Tepat di sini berarti perusahaan pialang berjangka itu merupakan perusahaan pialang yang memiliki sistem yang baik dan transparan, dan bukan perusahaan pialang yang nakal atau kecenderungan merugikan nasabahnya.

Tito menjelaskan, ada berbagai cara perusahaan pialang nakal menganggu posisi trading dari nasabahnya,  Misalnya:

Nasabah sulit memperoleh harga yang diinginkan. “Kalau kita ingin ambil posisi di pasar, tapi saat kita klik di sistem, kita sulit dapat harga yang diinginkan. Itu istilahnya Requote. Misalnya, kita ingin beli emas di harga 1.360, tapi begitu kita klik ternyata sistem menampilkan bahwa harganya telah bergerak ke angka 1.362, lalu sistem akan mengonfirmasi, apakah kita tetap ingin membeli di harga yang sudah naik, dan ketika kita oke lalu mengklik harga baru itu, ternyata harga sudah bergerak lagi ke 1.364, dan kembali sistem mengonfirmasi pada kita. Itulah yang dinamakan requote.”

Sistem yang baik seharusnya membuat nasabah langsung mendapatkan harga yang diinginkan begitu ia mengklik harga tersebut, dan bukannya yang terjadi reqoute terus-menerus. “Yang lebih parah lagi, jika requote itu terjadi ketika kita akan keluar dari pasar atau istilahnya melikuid dana kita. Saat kita sudah profit atau ingin cut loss, harga yang kita klik tidak langsung kita dapatkan, akhirnya setelah kita rugi banyak baru dapat harganya,” Tito menambahkan.

Selain itu, beberapa perusahaan pialang nakal juga kerap mengiming-imingi calon nasabahnya dengan mengatakan bahwa trading di bursa berjangka itu high return low risk.

Bagi calon nasabah yang benar-benar awam dunia trading tentu tawaran ini menggiurkan. Kita bisa browsing di internet dan lihat sendiri berapa banyak nasabah yang uangnya sudah digondol para staf pemasaran perusahaan pialang berjangka itu, terlebih para staf mengaku kepada calon nasabah bahwa mereka telah cukup berpengalaman untuk melipat-gandakan uang klien.

Big Fish = Right Bait + Right Place + Right Time


Jadi Trader Ga bisa Setengah-setengah

“You have to commit it,” kata Tito ketika ditanya soal keseriusan bertrading. Tito bahkan menceritakan, salah seorang rekannya yang terbilang sangat “berada” pernah melakukan trading saat terjadi Tsunami di Jepang, dan dengan percaya diri langsung membuka posisi buy di mata uang Yen dengan nilai 10 lot besar alias US$10 ribu.

Kisah Sukses Dari Nol

Namun, selanjutnya pergerakan pasar malah turun, sehingga ia terpaksa menunggu arah pasar berbalik. “Teman saya itu memiliki posisi open hingga 350 lot besar, dananya sempat floating sampai Rp 2,3 miliar dan dia menunggu arah pasar berbalik selama 7 bulan sebelum akhirnya untung Rp 1, 8 miliar. Tapi setelah itu dia tidak mau trading lagi. Dia tidak menganggap bisnis ini bisnis yang bagus, karena menurut dia dananya sempat tergerus hingga Rp 2, 3 miliar. Kerugian itu tidak direalisasikan, tapi keuntungannya hingga Rp 1,8 miliar,” tuturnya.

Dan, pelaku pasar yang sekali trading langsung menggelontorkan dana besar semacam itu tidak sedikit. Konglomerat besar pun banyak yang turut bermain di bursa berjangka. Mereka bahkan tak segan merekrut trader andal yang digaji sebagai professional untuk mengelola dana pribadi mereka di pasar forex, indek ataupun komoditas.

Trik melakukan trading forex, indeks dan komoditas

  • Mulailah dulu dengan dana yang kecil. Saat ini nasabah dapat membuka akun mini dengan hanya Rp 5 juta dan trading dengan lot mini senilai US$ 100.
  • Memilih perusahaan pialang berjangka yang menunjukkan transparansi, dan kejelasan soal berbagai aturan yang diterapkan.
  • Calon nasabah sebaiknya berhati-hati terhadap perusahaan pialang yang banyak memberikan tawaran menggiurkan tetapi tidak jelas, seperti besaran komisi yang bisa dinegosiasikan atau bahkan modal dapat dikembalikan, dll.
  • Memilih perusahaan berjangka yang menyediakan sistem yang baik (chart yang benar dan tidak terindikasi menipu nasabahnya).
  • Saat trading, untuk memastikan tidak terjadi manipulasi dari perusahaan pialang, trader/investor dapat mengecek sistem lain yang menunjukkan pergerakan pasar secara real time, misalnya Bloomberg.
  • Lakukan trading saat suasana hati sedang senang.
  • Memiliki perencanaan trading, seperti berapa keuntungan yang ditargetkan, risiko yang bersedia ditanggung, dan tentukan stop loss.
  • Jika ingin mengejar gain saat adanya momen tertentu, tetap harus menganalisis fundamental secara benar.

Temukan broker yang dijamin aman dan telah banyak direkomendasikan. KLIK DISINI


Broker Penipu Mencurangi Anda Dengan Legal?

 

Broker Penipu Mencurangi Anda Dengan Legal?


Ada banyak iklan dagang di berbagai media untuk menarik perhatian potensial customer mereka dengan berbagai iming – iming. Fitur dan produk atau harga yang kompetitif yang mereka tawarkan sayangnya masih menunjukan iklan hanyalah sebatas iklan, beserta syarat dan ketentuan berlaku.

Tidak berbeda jauh dari perumpamaan diatas, banyak broker berlomba – lomba menarik perhatian para investor / trader untuk memilih jasa mereka dengan berbagai iming – iming iklan. Begitu banyak daya tarik yang mereka berikan kepada anda yang terkadang tidak lagi rasional.

Banyak trader yang mengeluh akibat transaksi yang mereka lakukan pada broker tertentu tidak berjalan dengan semestinya. Penulis mengalami secara langsung hal ini dan menemukan keluhan serupa di media- media online seperti forum.

Apakah masalah tersebut murni keteledoran kita para trader atau memang ada kesalahan yang disengaja untuk mempermainkan para trader ?

Well, in the investment world,  “If something sounds too good to be true, it definitely is.” – Washington Times 3 June 97


Broker vs Trader

Broker berfungsi sebagai perantara yang menjembatani trader untuk melakukan transaksi di pasar finansial. Di dalamnya pihak broker maupun trader sama – sama mencari keuntungan. Broker mendapatkan pendapatan dari layanan yang mereka berikan dan trader mendapatkan keuntungan dari akses dan layanan yang mereka terima.

Ketika trader melakukan order beli atau jual,  broker mendapatkan komisi atau biaya lainnya yang dibebankan atas layanan dan sistem dari broker.

Kembali ke pembahasan mengenai iklan dari broker, jika anda menemukan broker yang memberikan iming iming dengan nilai spread yang kecil, leverage yang tinggi, termasuk dengan fasilitas free swap serta welcome bonus yang lumayan wah, maka ada baiknya anda mempertanyakan hal tersebut.

Mengapa broker mau mengurangi hak- hak yang layaknya mereka terima dan mengembalikannya ke trader ?

Broker seperti itu tidak memberikan trader akses langsung ke market yang sesungguhnya. Broker tersbut adalah market marker, dimana mereka menciptakan transaksi pasar sendiri (dealing desk/ bandar/ bucket shop). Kemungkinan broker jenis ini untuk melakukan kecurangan kepada trader sangatlah besar. Disini trader akan bertrading melawan broker tempat dimana trader tersebut trading. Kekalahan trader berarti keuntungan bagi broker. Dan sebaliknya, membayar dari kas mereka sendiri bila trader mereka mendapatkan profit.

Jadi bisa dipastikan dengan alasan apapun broker seperti ini akan berusaha mengalahkan trader mereka bahkan dengan cara terburuk dengan melakukan kecurangan ataupun manipulasi.




Bagaimana Broker Penipu Mencurangi Anda?

Broker berjenis bandar/ dealing desk rata- rata jarang ada yang memiliki izin dan berada dibawah regulasi resmi, meskipun memiliki izin hanya sebatas izin perusahaan biasa hingga mereka bebas menawarkan apapun agar bisa lebih banyak menggaet nasabah didalamnya.

Leverage yang tinggi, spread yang rendah dan bonus- bonus lainnya adalah kemudahan yang ditawarkan diluar batas kondisi normal, yang tidak bisa diberikan broker resmi pada umumnya. Beberapa hal terlihat begitu mudah namun sebenarnya berbahaya karena tidak sesuai dengan standar keamanan semestinya. Nilai bonus yang anda dapatkan sebagai kabut pengabur kerugian yang akan anda derita.

Berikut beberapa hal curang yang dapat dilakukan oleh broker penipu untuk mengakali dan memanipulasi transaksi para trader mereka:

Adanya Requote ataupun Slippage

Memperlambat eksekusi orderan adalah salah satu trik yang biasa dilakukan oleh para broker penipu. Slippage ketika anda memasang pending order ataupun dengan terjadinya requote ketika anda langsung mengakusisi posisi yang anda inginkan.

Pada situasi seperti itu biasanya broker penipu akan mengatakan ketidaksediaan harga yang mengakibatkan pesanan meleset (karena kehabisan stock) ataupun karena konektivitas jaringan internet anda yang mengalami masalah / lamban.

Meski sebenarnya requote ataupun slippage adalah hal yang wajar di perdagangan bursa, namun terkadang ini dimanfaatkan oleh broker penipu untuk:

  • Pelebaran Spread: Hal ini merupakan bagian terfavorit bagi para broker penipu. Pada beberapa kasus volatilitas pasar yang tinggi memang dapat menyebabkan pelebaran spread. Namun pada beberapa broker penipu yang menggunakan variable spread terkadang mereka juga ikut melebarkan nilai spread mereka diluar batas toleransi.
  • Memanipulasi Chart: Dalam hal ini biasanya para broker penipu menutup peluang bagi para trader mereka untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan. Bisa dengan membuat para trader mereka tidak bisa melakukan closing profit atau dengan memanipulasi agar chart tidak berjalan dengan semestinya (chart yang terlihat melompat lompat). Misalkan trader memasang pending order di harga 110 namun broker tempat dimana mereka bermain menjalankan order yang dipesan oleh para trader tersebut diharga 115. Dengan alasan karena ketidaktersedian harga maka posisi yang didapatkan adalah yang ditentukan oleh broker penipu ini. Hal seperti ini biasanya dilakukan oleh broker penipu untuk memburu stop loss para trader mereka.

Proses WD yang Sulit

Ada banyak kasus dimana para trader dipersulit untuk melakukan penarikan dana mereka (withdrawal) dengan berbagai alasan, dan mungkin tidak bisa dilakukan dengan alasan tertentu yang tidak masuk diakal hingga anda harus kembali trading yang sebenarnya tidak perlu.

Menghapus Posisi Secara Sepihak.

Berdalih bahwa trader mereka telah melakukan transaksi yang terlarang alias tidak sah, banyak broker penipu yang berjenis dealing desk sering membatalkan transaksi trader mereka yang berada dalam posisi profit secara sepihak. Biasanya hal ini dilakukan karena adanya penggunaan teknik trading tertentu yang dilarang oleh para broker penipu tersebut.

“They said I was a valued customer, now they send me hate mail.” – Sophie Kinsella

Memilih Broker dengan Cerdas dan Teliti.

Mencari broker yang dapat diandalkan adalah faktor penting pertama yang harus diperhatikan sebelum memulai trading. Sebaiknya para trader mengetahui terlebih dahulu bagaimana dan seperti apa broker tempat dimana mereka menanamkan modal.

Apakah broker tersebut termasuk broker yang berkompetent, teregulasi secara resmi dan legal atau hanya broker – broker penipu (scam) sama seperti janji palsu dalam mempromosikan nama mereka. Banyak promosi menarik bukan berarti sepadan dengan kualitas yang akan didapatkan.

“Discounts always attract too many attention but it doesn’t always worthy”- Repentance Shopaholic

Broker Rekomendasi

  Jurnal, Senjata Ampuh Melawan Broker Curang Kita tidak mengetahui secara pasti apa kita sedang dicurangi   atau tidak oleh broker. Stop lo...