Trading4living

Thursday, March 31, 2022

 




Jurnal, Senjata Ampuh Melawan Broker Curang


Kita tidak mengetahui secara pasti apa kita sedang dicurangi atau tidak oleh broker. Stop loss atau order kita — mungkin saja, sudah dimanipulasi. Pun, broker bisa mencurangi kita dengan membuat order kita terlalu lama dieksekusi. Tentunya, hal semacam ini merugikan kita sebagai trader. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui kegunaan jurnal pada MetaTrader karena bisa menjadi alat bukti (jika ada) kecurangan broker.

Seperti yang diketahui bahwa forex trading — di era internet, dilakukan melalui platform online trading. MetaTrader adalah platform yang paling umum digunakan. Hal ini tidak terlepas dari kemudahan bertransaksi bagi trader.

Meskipun begitu — ternyata, platform trading ini tidak menjamin keamanan penuh bagi trader terbebas dari praktik curang oleh broker. Namun, MetaTrader menyediakan fitur jurnal yang menjadi “kotak hitam” untuk mencatat aktivitas-aktivitas trader di platform ini. Bisa dibilang, fitur ini merupakan jaminan investasi aman bagi kita

Di MetaTrader ada 2 jenis jurnal yang disediakan, yaitu:

  1. Jurnal klien, adalah jurnal yang bisa dilihat oleh kita sebagai trader melalui platform MetaTrader dan tersimpan di komputer kita masing-masing.
  2. Jurnal server, adalah jurnal yang hanya bisa diakses oleh broker atau pihak lain yang memiliki akses ke server trading dan hanya bisa dilihat melalui platform bernama MetaTrader Manager.

Kedua jenis jurnal di atas memuat data yang hampir sama. Pada jurnal klien, trader bisa melihat di tab “Journal” pada panel “Terminal” MetaTrader. Jurnal klien akan menampilkan 2 kolom, yaitu:

  1. Time, merupakan catatan tanggal dan waktu atas kejadian tertentu (event) di MetaTrader. Misal, pada tanggal dan waktu tertentu telah terjadi error.
  2. Message, merupakan deskripsi dari kejadian tertentu. Misal, “ping failed” yang berarti MetaTrader yang digunakan gagal terhubung ke server/account trading.

Journal Client


Journal Server


Sedangkan, pada jurnal server akan memuat 1 kolom tambahan yaitu IP (Internet Protocol). Pada kolom tersebut akan menampilkan Alamat IP yang mengakses account trading. Misal, Anda melakukan order “Buy Limit” menggunakan komputer di rumah, maka Alamat IP komputer tersebut akan tecatat dan tersimpan di server.

Jika suatu saat dibutuhkan sebagai bukti untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi, maka jurnal akan sangat berguna. Jurnal bisa membuktikan aktivitas apa saja yang terjadi pada account kita. Baik oleh kita sendiri atau oleh broker.

Jurnal server tidak bisa dimanipulasi oleh siapapun karena sistem tersebut merupakan ketetapan dari MetaQuotes Software Corp. — Perusahaan yang menciptakan MetaTrader. Hal ini untuk memastikan kecurangan (jika ada) oleh broker dapat dibuktikan.

Trader tidak mungkin bisa mengakses jurnal server karena hanya broker dan pihak tertentu yang memiliki hak akses. Oleh karena itu, Traders Family memastikan partner broker memberikan kami akses pada jurnal server untuk menjamin keamanan dari kecurangan broker.

*Struktur platform MetaTrader 4 — sumber: web resmi MetaTrader 4

Dengan Jurnal, Trading Aman Tanpa Penipuan Apalagi Kecurangan

Dari rekaman aktivitas journal server kita bisa menyimpulkan banyak yang bertujuan untuk memastikan kita bisa trading dengan aman dan nyaman seperti:

  1. Broker yang kita pilih menggunakan dealing desk atau tidak.
  2. Kecepatan eksekusi dari client ke broker kemudian kembali lagi ke client.
  3. Siapa yang telah melakukan aktivitas terhadap account kita (edit atau delete aktivitas).
  4. Mengetahui actual price market pada saat kita melakukan transaksi.
Cara Menggunakan dan Membaca Jurnal

Kami berikan contoh kasus pada journal client yang akan menjawab kegunaan dan pentingnya sebuah journal server.

Contoh order (market sell) yang tercatat

Dari contoh jurnal server di atas, kita bisa mengetahui bahwa account trading nomor “110…81” order market sell AUDJPY sejumlah 0,3 lot pada 28 Juni 2017 pukul 03:58:03.997 dari Alamat IP “202….25”. Order tersebut dieksekusi pada waktu yang sama di harga 85.39500 dan dicatat sebagai order nomor “3296599”.

Pada 28 Juni 2017 pukul 04:03:06.638, order tersebut memerintahkan close di harga 85.36900 dan perintah close tersebut dieksekusi pada 28 Juni 2017 pukul 04:03:06.825. Dengan kata lain, order close dieksekusi dengan cepat dan pada harga yang aktual.

Dari alur transaksi yang ditampilkan oleh jurnal server menjelaskan bahwa:

  1. Dalam 1 action ada 2 baris journal. Baris pertama adalah order yang di-request. Sedangkan, baris kedua adalah order yang dieksekusi.
  2. Transaksi tidak di-hold oleh broker karena order dieksekusi dengan sangat cepat.

             Pada gambar di atas, order dibuka tanpa jeda waktu.
Pada gambar di atas, order ditutup dengan jeda waktu 187 milidetik.

3  Order kita dieksekusi pada harga aktual. Maksudnya adalah order di-request dan dieksekusi pada harga yang sama. Jika ada perbedaan harga, kita perlu mempertanyakannya kepada broker.

Pada gambar di atas menunjukkan bahwa harga bid/ask = 85.39500/85.41200. Maka, order sell tersebut dieksekusi pada harga bid. Saat kita menutup order sell harga yang digunakan adalah harga ask (seperti pada gambar di atas ini).

4.Pada baris terakhir jurnal server di atas, account tersebut login lagi. Namun, diakses dari alamat IP yang berbeda, yaitu “202….6”.


Kita perlu memastikan bahwa Alamat IP tersebut merupakan Alamat IP yang kita miliki. Jika Alamat IP bukan berasal dari kita — bisa jadi, kita dicurangi. Tentunya, jika situasinya merugikan kita. Misal, saat order dimanipulasi dari Alamat IP selain milik kita.

Demi menciptakan tempat trading yang aman dan nyaman, kami memberlakukan persyaratan utama dengan meminta akses meta manager kepada Broker yang ingin bekerjasama dengan PT Traders Family International.

Jika ada indikasi kecurangan broker, maka Traders Family akan mengakses journal server dan melakukan investigasi. Bila broker terbukti curang, Anda sebagai klien, bisa mendapatkan jaminan keamanan melalui program Traders Family Client Protection”.

Atau bila Anda meragukan broker yang Anda gunakan sekarang, segera minta journal server pada account Anda dari Broker yang Anda gunakan. Kami akan bantu menjelaskan tentang apa yang terjadi pada account Anda. Gratis.

Bukan hal yang tidak mungkin broker berbuat curang kepada Anda. Jangan hanya karena broker bisa memberikan spread rendah dan komisi murah Anda mengorbankan pentingnya sebuah keamanan dan kenyamanan dalam trading. Pastikan diri Anda sudah terlindungi dalam berinvestasi.


Dapatkan Tradersfamily client protection sekarang.










Tuesday, March 29, 2022

Modus Penipuan Oknum Marketing Scam Broker

 

Waspada Penipuan Oknum Marketing Scam Broker




Judul diatas tentu menjadi sebuah pemicu terbukanya luka lama yang dialami sebagian besar orang yang tertipu oleh Oknum Marketing Scam (OMS). Oknum tersebut tentu telah memakan puluhan korban dan mengantongi milyaran rupiah dari uang para korban.

“Selama 2 tahun ini, kami hanya menangis dan menangis. Saya dipecat dari perusahaan karena saya dinilai tidak bisa bekerja lagi. Saya sering melamun dan hampir-hampir bunuh diri. Kasihan anak-anak, masih kecil dan sudah tidak bisa sekolah.” Ujar salah satu korban Oknum Marketing Scam ini.

Kasus seperti ini sudah bukan pertama kali, trader newbie dapat dengan mudah termakan iming-iming dari bisnis trading yang cepat profitable. Apa ini semua karena salah pilih broker? atau mulut manis Marketing?

Secara objektif tentu semua bisa saja “salah”. Namun trader seharusnya lebih lihai ketika iming-iming itu datang.

Berikut “Jurus Tipu” para Oknum Marketing Scam…

1. Jurus Closing

Tahap pertama inilah yang paling “memikat”. Ibarat anak kecil yang mudah diiming-imingi permen. Begitulah investor tergiur akan profit yang dijanjikan si marketing scam.

Ungkapan kalau “trading itu gampang” pasti menjadi dalih utama untuk meyakinkan para investor.

“Bapak bisa untung 20% per bulan lho Pak…”

Bumbu rayuan pun semakin digodok. Dimana anda dijanjikan bisa menggandakan profit 30% dari modal awal dalam waktu dekat – malah ada yang berani menjanjikan pasti profit 100% . Tapi kenapa berani menjanjikan?

Karena para Oknum Marketing Scam dipersenjatai oleh Data Statement Trading yang “katanya” adalah milik klien mereka. Dimana mereka memperlihatkan catatan profit dari hasil klien atau yang mereka tradingkan.

Sebenarnya modus penipuannya sudah jelas. Data Statement Trading itu adalah milik perusahaan dan sifatnya private, bukan dipegang oleh staff sekelas marketing serta diperlihatkan seenaknya. Bisa jadi statement trading tersebut adalah palsu (hasil editan photoshop) atau data lama.

Umpan pun sudah dimakan. Berikutnya, Oknum Marketing Scam dengan bijak akan mendekatkan anda dengan “surga”. Anda akan diminta untuk membuka account dalam jumlah besar yang katanya: semakin besar modal, profitnya akan semakin besar. Bila inject diatas 100 juta nanti komisi boleh nego.

Dengan dana yang anda miliki, rata-rata Oknum Marketing Scam akan “menyarankan” anda untuk bertrading dalam produk yang pergerakannya besar, salah satunya trading gold. Seperti ini saran mereka, “trading forex pergerakannya kecil, bapak/ibu bisa cepat profit besar dengan memanfaatkan pergerakan gold.”

Sebagai newbie anda langsung dijebloskan ke produk yang pergerakan harganya sangat besar, yang sebenarnya neraka yang menanti.

Anda tentu bertanya, “bagaimana nanti kalau saya loss?

Dengan mantap si marketing scam menjawab: “Kan ada Stop Loss Pak. Rata-rata klien saya profit semua!

 2. Jurus Top-Up lalu Cut

Saat anda trading atau ditradingkan, semua berjalan mulus. Anda profit puluhan juta diminggu pertama. Lanjut ke minggu kedua, profit anda menanjak tiga kali lipat. Anda percaya ini semua takdir anda.

Minggu berikutnya, anda menerima telepon langsung dari si Oknum Marketing Scam (OMS), seperti ini:

OMS: wah pak, kemarin loss.

Anda: kok bisa? Katanya ga bakal loss.

OMS: kemarin ada news pak.

Anda: lalu bagaimana?

OMS: inject saja pak.

Anda: loh…

OMS: sayang pak, ini harga mau berbalik, kalau enggak inject sekarang momentnya lewat   Anda: baiklah…                                             Berbagai cara mereka gunakan untuk mendapatkan “salary” mereka. Seperti: posisi anda akan di-locking untuk menahan floating, anda akan diminta inject dana. Oknum Marketing Scam akan memberitahu signal buy/sell dan anda diminta menaikkan lot untuk memanfaatkan moment ini.                                             Mereka bilang harga akan berbalik (reversal) padahal mereka menanti keuntungan dari Margin Drop atau lot yang asal mereka pencet.                                 Percayalah! Mereka pandai membuat anda merasa sayang untuk menutup account anda.

3. Jurus Ajak Teman/Saudara

Seorang marketing sangat pandai melakukan profiling ke calon kliennya. Mereka menilai detail anda dari ujung rambut hingga ujung kaki. Itulah kenapa mereka lebih suka untuk bertemu anda langsung.

Yang akhirnya mereka mulai mengorek kehidupan anda, dari pekerjaan, hingga bertanya mengenai orang tua, saudara, dan teman yang bisa menjadi “target prospek” berikutnya. Dimana nantinya sanak saudara anda dijanjikan rebate yang besar dan dituntun oleh daily signal & pelatihan langsung.

Semua untuk memperbanyak “keuntungan pribadi” mereka. Semakin banyak jaringan yang mereka dapatkan, semakin kayalah mereka.

Marketing Scam vs Penangkalnya

Oknum Marketing Scam biasanya memanfaatkan kurangnya pengetahuan anda mengenai investasi. Ditambah dengan iming-iming profit per bulan, hal ini menjadikan banyak orang jatuh ke dalam perangkap.

Berikut beberapa poin yang biasa digunakan oknum marketing scam untuk “mencuci” korban :

“Bisnis forex memberikan keuntungan besar dan relatif aman”

Tidak ada sebuah investasi yang tanpa resiko. Ibarat anda membuka toko, anda bisa rugi bila dagangan anda tidak laku. Bahkan deposito bank yang dibilang paling aman-pun bisa hilang bila bank tersebut kena kredit macet!

“Dengan modal 100 juta saya sanggup memberikan keuntungan kurang lebih 20 jt perbulan”

Tidak ada sebuah investasi yang bisa memberikan keuntungan pasti per bulan. Itu hanya permainan dimana uang 100 juta anda akan dikembalikan sebesar 20 juta pada bulan pertama dan mungkin kedua. Selanjutnya anda diminta setor dana lagi yang lebih besar dan siap ditipu!

“Saya akan memberikan pelatihan mengenai bisnis ini sampai anda benar mengerti dan paham”

Marketing dari sebuah broker rata-rata tidak begitu paham bagaimana cara trading yang menguntungkan. Hal ini karena kebanyakan mereka hanya di training produk dasar selama 1 atau 2 bulan (bahkan kurang dari itu) dan selanjutnya diminta mencari investor. Bagaimana mungkin seseorang bisa mahir di bidang trading hanya dalam 3 bulan? Sekolah dasar saja butuh 6 tahun.

“Dana yang di kelola akan dikelola langsung oleh pimpinannya saya”

Jangan pernah memberikan kuasa dana anda kepada orang yang tidak kenal. Tidak ada jaminan profit meski dana anda dikelola oleh pimpinan perusahaan tersebut. Bisa jadi ialah gembong Oknum Marketing Scam sebenarnya, tetaplah waspada!

Dalam beberapa kasus penipuan, anda dijanjikan akan mendapatkan laporan dari perkembangan dana anda tiap hari. Tapi kenyataannya tidak! Segera tarik dana anda jika terjadi indikasi seperti ini.

Bagaimana cara yang aman untuk berinvestasi forex ?

Setelah waspada dengan modus yang mengindikasikan penipuan, maka timbul pertanyaan “lalu yang aman gimana?”

Berikut penjelasannya,

1. Pastikan bahwa kontrol dana tetap berada di tangan anda.

Kalaupun anda mempercayakan dana anda kepada orang lain, pastikan anda punya akses penuh untuk tetap mengontrol dana anda. Sehingga anda bisa “keluar” sewaktu-waktu bila ada indikasi yang mencurigakan.

2. Demo Account (akun demo)

Investasi forex menyediakan fasilitas demo account dimana anda bisa mencobanya untuk memahami mekanisme investasi ini. Bagaimana cara buy/sell, berapa dana anda yang terpakai, berapa profit atau kerugian anda, berapa resiko setiap transaksinya dan seterusnya. Semuanya tersaji dalam informasi yang berada di software trading tersebut. Pelajari dimana anda bisa men-check status dana anda. Ini penting untuk tetap memantau perkembangan portfolio anda.

3. Pelatihan Trading

Biasanya problem bagi para pemula adalah tidak tahu kapankah untuk BUY/SELL. Anda bisa menemukan komunitas trader yang membagi analisanya melalui internet atau sosial media seperti misalnya Facebook. Mengikuti pelatihan juga dapat membantu anda meningkatkan kemampuan trading anda. Pastikan anda mengikuti pelatihan dari trader yang sebenarnya bukan dari Oknum Marketing Scam. Lakukan tes menggunakan akun demo (dana virtual). Bila anda sudah yakin akan rekomendasi / pelatihan tersebut anda dapat menggunakan dana investasi sebenarnya untuk memulai trading. Dan kembali lagi, kontrol dana tetap ada di tangan anda.

Citra Trading dan Marketing

Akhir kata, banyak yang berpikir trading itu adalah bisnis MLM, itu karena perbuatan Oknum Marketing Scam. Karena sejatinya bisnis trading adalah bisnis dimana anda bisa menentukan sendiri resiko dan keuntungan yang ingin anda dapatkan.

Marketing yang benar adalah marketing yang bisa menjaga klien dengan baik. Bukan bekerja secara asal- asalan, sehingga klien datang dan pergi (in and out client).

Sekian dari kami, apakah anda pernah mengalami hal serupa? Mari berbagi pengalaman anda dengan kami dengan meninggalkan jejak comment di bawah agar tidak ada lagi yang terkena jurus- jurus Oknum Marketing Scam ini.


 

 









Thursday, January 20, 2022

Kisah Sukses Dari Nol Trader Forex

Kisah Sukses Dari Nol Trader Forex


"Penghasilan, Kebebasan dan Keasikan = Trading for living"


Tito Hayunanda telah 2,5 tahun terakhir ini melakukan trading for living. Pendiri dan CEO Traders Family – perusahaan konsultan bagi para calon investor bursa berjangka – ini memang memulai kariernya sebagai tenaga pemasaran di sebuah perusahaan pialang berjangka yang berbasis di Hong Kong.

Ia mengaku tak menyukai bekerja kantoran. “Saya ini dulu gamer addict banget. Gamer itu selalu ingin mengalahkan game yang dimainkannya. Jadi trading ini seperti game yang harus dimenangi,” ujarnya.

Kisah Sukses Dari Nol - Tito Hayunanda

Jika dihitung-hitung, kisah sukses dari nol Tito dimulai sejak 3 November 2011 saat pertama kali trading dengan dana sekitar US$ 10 ribu, hingga Tito telah berhasil membukukan return rata-rata 18% per bulan.

Namun tak hanya untung, rugi banyak pun pernah dialaminya. Uang senilai Rp 50 juta yang berhasil ia lipat gandakan hingga menjadi Rp 170 juta dalam waktu seminggu ludes hanya dalam satu jam. “Setelah itu saya nggak keluar kamar dua minggu,” katanya mengenang sambil tertawa.

“Kalau rugi ya kita harus berani cut loss. Jangan sampai selalu berharap pasar berbalik arah, tidak cut loss dan akhirnya malah rugi banyak. Dulu kan saya tidak cut loss, kalau rugi saya inject dana lagi,” ia menjelaskan soal kedisiplinan selama bertrading.

Melihat ini, bisa kita petik pelajaran: Banyak orang yang kapok trading forex, indeks dan komoditas karena pergerakan harga yang gila-gilaan. Akan tetapi, bagi beberapa orang, seperti Tito misalnya, trading semacam ini merupakan keasyikan tersendiri. Sebab, dapat dilakukan dari mana saja, tidak membutuhkan jam kantor yang pasti, dan yang pasti dapat menghasilkan uang selama tahu strategi yang tepat untuk meraup untung.

Hal yang harus diperhatikan

Ada beberapa hal yang patut diperhatikan oleh calon investor atau trader dalam melakukan trading forex, indeks dan komoditas. Tentunya, seorang calon investor harus mengerti cara trading, mempelajari pergerakan pasar secara fundamental dan mempelajari berbagai alat analisis teknisnya.

Selain itu, calon investor pun perlu memilih perusahaan pialang berjangka yang tepat. Tepat di sini berarti perusahaan pialang berjangka itu merupakan perusahaan pialang yang memiliki sistem yang baik dan transparan, dan bukan perusahaan pialang yang nakal atau kecenderungan merugikan nasabahnya.

Tito menjelaskan, ada berbagai cara perusahaan pialang nakal menganggu posisi trading dari nasabahnya,  Misalnya:

Nasabah sulit memperoleh harga yang diinginkan. “Kalau kita ingin ambil posisi di pasar, tapi saat kita klik di sistem, kita sulit dapat harga yang diinginkan. Itu istilahnya Requote. Misalnya, kita ingin beli emas di harga 1.360, tapi begitu kita klik ternyata sistem menampilkan bahwa harganya telah bergerak ke angka 1.362, lalu sistem akan mengonfirmasi, apakah kita tetap ingin membeli di harga yang sudah naik, dan ketika kita oke lalu mengklik harga baru itu, ternyata harga sudah bergerak lagi ke 1.364, dan kembali sistem mengonfirmasi pada kita. Itulah yang dinamakan requote.”

Sistem yang baik seharusnya membuat nasabah langsung mendapatkan harga yang diinginkan begitu ia mengklik harga tersebut, dan bukannya yang terjadi reqoute terus-menerus. “Yang lebih parah lagi, jika requote itu terjadi ketika kita akan keluar dari pasar atau istilahnya melikuid dana kita. Saat kita sudah profit atau ingin cut loss, harga yang kita klik tidak langsung kita dapatkan, akhirnya setelah kita rugi banyak baru dapat harganya,” Tito menambahkan.

Selain itu, beberapa perusahaan pialang nakal juga kerap mengiming-imingi calon nasabahnya dengan mengatakan bahwa trading di bursa berjangka itu high return low risk.

Bagi calon nasabah yang benar-benar awam dunia trading tentu tawaran ini menggiurkan. Kita bisa browsing di internet dan lihat sendiri berapa banyak nasabah yang uangnya sudah digondol para staf pemasaran perusahaan pialang berjangka itu, terlebih para staf mengaku kepada calon nasabah bahwa mereka telah cukup berpengalaman untuk melipat-gandakan uang klien.

Big Fish = Right Bait + Right Place + Right Time


Jadi Trader Ga bisa Setengah-setengah

“You have to commit it,” kata Tito ketika ditanya soal keseriusan bertrading. Tito bahkan menceritakan, salah seorang rekannya yang terbilang sangat “berada” pernah melakukan trading saat terjadi Tsunami di Jepang, dan dengan percaya diri langsung membuka posisi buy di mata uang Yen dengan nilai 10 lot besar alias US$10 ribu.

Kisah Sukses Dari Nol

Namun, selanjutnya pergerakan pasar malah turun, sehingga ia terpaksa menunggu arah pasar berbalik. “Teman saya itu memiliki posisi open hingga 350 lot besar, dananya sempat floating sampai Rp 2,3 miliar dan dia menunggu arah pasar berbalik selama 7 bulan sebelum akhirnya untung Rp 1, 8 miliar. Tapi setelah itu dia tidak mau trading lagi. Dia tidak menganggap bisnis ini bisnis yang bagus, karena menurut dia dananya sempat tergerus hingga Rp 2, 3 miliar. Kerugian itu tidak direalisasikan, tapi keuntungannya hingga Rp 1,8 miliar,” tuturnya.

Dan, pelaku pasar yang sekali trading langsung menggelontorkan dana besar semacam itu tidak sedikit. Konglomerat besar pun banyak yang turut bermain di bursa berjangka. Mereka bahkan tak segan merekrut trader andal yang digaji sebagai professional untuk mengelola dana pribadi mereka di pasar forex, indek ataupun komoditas.

Trik melakukan trading forex, indeks dan komoditas

  • Mulailah dulu dengan dana yang kecil. Saat ini nasabah dapat membuka akun mini dengan hanya Rp 5 juta dan trading dengan lot mini senilai US$ 100.
  • Memilih perusahaan pialang berjangka yang menunjukkan transparansi, dan kejelasan soal berbagai aturan yang diterapkan.
  • Calon nasabah sebaiknya berhati-hati terhadap perusahaan pialang yang banyak memberikan tawaran menggiurkan tetapi tidak jelas, seperti besaran komisi yang bisa dinegosiasikan atau bahkan modal dapat dikembalikan, dll.
  • Memilih perusahaan berjangka yang menyediakan sistem yang baik (chart yang benar dan tidak terindikasi menipu nasabahnya).
  • Saat trading, untuk memastikan tidak terjadi manipulasi dari perusahaan pialang, trader/investor dapat mengecek sistem lain yang menunjukkan pergerakan pasar secara real time, misalnya Bloomberg.
  • Lakukan trading saat suasana hati sedang senang.
  • Memiliki perencanaan trading, seperti berapa keuntungan yang ditargetkan, risiko yang bersedia ditanggung, dan tentukan stop loss.
  • Jika ingin mengejar gain saat adanya momen tertentu, tetap harus menganalisis fundamental secara benar.

Temukan broker yang dijamin aman dan telah banyak direkomendasikan. KLIK DISINI


Broker Penipu Mencurangi Anda Dengan Legal?

 

Broker Penipu Mencurangi Anda Dengan Legal?


Ada banyak iklan dagang di berbagai media untuk menarik perhatian potensial customer mereka dengan berbagai iming – iming. Fitur dan produk atau harga yang kompetitif yang mereka tawarkan sayangnya masih menunjukan iklan hanyalah sebatas iklan, beserta syarat dan ketentuan berlaku.

Tidak berbeda jauh dari perumpamaan diatas, banyak broker berlomba – lomba menarik perhatian para investor / trader untuk memilih jasa mereka dengan berbagai iming – iming iklan. Begitu banyak daya tarik yang mereka berikan kepada anda yang terkadang tidak lagi rasional.

Banyak trader yang mengeluh akibat transaksi yang mereka lakukan pada broker tertentu tidak berjalan dengan semestinya. Penulis mengalami secara langsung hal ini dan menemukan keluhan serupa di media- media online seperti forum.

Apakah masalah tersebut murni keteledoran kita para trader atau memang ada kesalahan yang disengaja untuk mempermainkan para trader ?

Well, in the investment world,  “If something sounds too good to be true, it definitely is.” – Washington Times 3 June 97


Broker vs Trader

Broker berfungsi sebagai perantara yang menjembatani trader untuk melakukan transaksi di pasar finansial. Di dalamnya pihak broker maupun trader sama – sama mencari keuntungan. Broker mendapatkan pendapatan dari layanan yang mereka berikan dan trader mendapatkan keuntungan dari akses dan layanan yang mereka terima.

Ketika trader melakukan order beli atau jual,  broker mendapatkan komisi atau biaya lainnya yang dibebankan atas layanan dan sistem dari broker.

Kembali ke pembahasan mengenai iklan dari broker, jika anda menemukan broker yang memberikan iming iming dengan nilai spread yang kecil, leverage yang tinggi, termasuk dengan fasilitas free swap serta welcome bonus yang lumayan wah, maka ada baiknya anda mempertanyakan hal tersebut.

Mengapa broker mau mengurangi hak- hak yang layaknya mereka terima dan mengembalikannya ke trader ?

Broker seperti itu tidak memberikan trader akses langsung ke market yang sesungguhnya. Broker tersbut adalah market marker, dimana mereka menciptakan transaksi pasar sendiri (dealing desk/ bandar/ bucket shop). Kemungkinan broker jenis ini untuk melakukan kecurangan kepada trader sangatlah besar. Disini trader akan bertrading melawan broker tempat dimana trader tersebut trading. Kekalahan trader berarti keuntungan bagi broker. Dan sebaliknya, membayar dari kas mereka sendiri bila trader mereka mendapatkan profit.

Jadi bisa dipastikan dengan alasan apapun broker seperti ini akan berusaha mengalahkan trader mereka bahkan dengan cara terburuk dengan melakukan kecurangan ataupun manipulasi.




Bagaimana Broker Penipu Mencurangi Anda?

Broker berjenis bandar/ dealing desk rata- rata jarang ada yang memiliki izin dan berada dibawah regulasi resmi, meskipun memiliki izin hanya sebatas izin perusahaan biasa hingga mereka bebas menawarkan apapun agar bisa lebih banyak menggaet nasabah didalamnya.

Leverage yang tinggi, spread yang rendah dan bonus- bonus lainnya adalah kemudahan yang ditawarkan diluar batas kondisi normal, yang tidak bisa diberikan broker resmi pada umumnya. Beberapa hal terlihat begitu mudah namun sebenarnya berbahaya karena tidak sesuai dengan standar keamanan semestinya. Nilai bonus yang anda dapatkan sebagai kabut pengabur kerugian yang akan anda derita.

Berikut beberapa hal curang yang dapat dilakukan oleh broker penipu untuk mengakali dan memanipulasi transaksi para trader mereka:

Adanya Requote ataupun Slippage

Memperlambat eksekusi orderan adalah salah satu trik yang biasa dilakukan oleh para broker penipu. Slippage ketika anda memasang pending order ataupun dengan terjadinya requote ketika anda langsung mengakusisi posisi yang anda inginkan.

Pada situasi seperti itu biasanya broker penipu akan mengatakan ketidaksediaan harga yang mengakibatkan pesanan meleset (karena kehabisan stock) ataupun karena konektivitas jaringan internet anda yang mengalami masalah / lamban.

Meski sebenarnya requote ataupun slippage adalah hal yang wajar di perdagangan bursa, namun terkadang ini dimanfaatkan oleh broker penipu untuk:

  • Pelebaran Spread: Hal ini merupakan bagian terfavorit bagi para broker penipu. Pada beberapa kasus volatilitas pasar yang tinggi memang dapat menyebabkan pelebaran spread. Namun pada beberapa broker penipu yang menggunakan variable spread terkadang mereka juga ikut melebarkan nilai spread mereka diluar batas toleransi.
  • Memanipulasi Chart: Dalam hal ini biasanya para broker penipu menutup peluang bagi para trader mereka untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan. Bisa dengan membuat para trader mereka tidak bisa melakukan closing profit atau dengan memanipulasi agar chart tidak berjalan dengan semestinya (chart yang terlihat melompat lompat). Misalkan trader memasang pending order di harga 110 namun broker tempat dimana mereka bermain menjalankan order yang dipesan oleh para trader tersebut diharga 115. Dengan alasan karena ketidaktersedian harga maka posisi yang didapatkan adalah yang ditentukan oleh broker penipu ini. Hal seperti ini biasanya dilakukan oleh broker penipu untuk memburu stop loss para trader mereka.

Proses WD yang Sulit

Ada banyak kasus dimana para trader dipersulit untuk melakukan penarikan dana mereka (withdrawal) dengan berbagai alasan, dan mungkin tidak bisa dilakukan dengan alasan tertentu yang tidak masuk diakal hingga anda harus kembali trading yang sebenarnya tidak perlu.

Menghapus Posisi Secara Sepihak.

Berdalih bahwa trader mereka telah melakukan transaksi yang terlarang alias tidak sah, banyak broker penipu yang berjenis dealing desk sering membatalkan transaksi trader mereka yang berada dalam posisi profit secara sepihak. Biasanya hal ini dilakukan karena adanya penggunaan teknik trading tertentu yang dilarang oleh para broker penipu tersebut.

“They said I was a valued customer, now they send me hate mail.” – Sophie Kinsella

Memilih Broker dengan Cerdas dan Teliti.

Mencari broker yang dapat diandalkan adalah faktor penting pertama yang harus diperhatikan sebelum memulai trading. Sebaiknya para trader mengetahui terlebih dahulu bagaimana dan seperti apa broker tempat dimana mereka menanamkan modal.

Apakah broker tersebut termasuk broker yang berkompetent, teregulasi secara resmi dan legal atau hanya broker – broker penipu (scam) sama seperti janji palsu dalam mempromosikan nama mereka. Banyak promosi menarik bukan berarti sepadan dengan kualitas yang akan didapatkan.

“Discounts always attract too many attention but it doesn’t always worthy”- Repentance Shopaholic

Broker Rekomendasi

  Jurnal, Senjata Ampuh Melawan Broker Curang Kita tidak mengetahui secara pasti apa kita sedang dicurangi   atau tidak oleh broker. Stop lo...